Wow 5 Militer Negara ini Ternyata Pernah dilatih Oleh TNI

Negara Kesatuan Republik Indonesia ini dikatakan punya kemiliteran yang juara di Asia Tenggara. Bahkan jika dilihat dari peringkat dunianya, kemiliteran Indonesia menempati peringkat 11 dari 126 negara di dunia.

Dan hebatnya lagi , kemiliteran Indonesia pernah menjadi panutan negara lain. Ada beberapa negara yang ternyata pernah di latih oleh TNI.

Seperti yang dilansir dari viva.co.id, inilah dia diantaranya :

1. Negara-Negara Afrika Utara Berguru Kepada Kopassus

Salah satu milter negara asing yang pernah di latih oleh Indonesia yakni negara Afrika yang dikabarkan telah berguru dengan kopassus.

Kopassus merupakan salah satu korps elit terbaik di Indonesia yang punya banyak prestasi baik untuk kompetisi maupun misi-misi.

Sementara kepelatihan Kopassus di negara-negara Afrika Utara ini diketahui banyak memberikan pelajaran soal bertahan hidup, strategi, bela diri, dan tidak tergantung akan peralatan canggih dengan hasil sesuai dengan konsep pelatihan yang ada di Kopassus.

2. Pasukan Super Elit Kamboja Pun Berguru Kepada Kopassus

Dengan banyaknya prestasi yang dimiliki Kopassus ini membuat banyak negara asing berminat mengikuti pelatihan Kopassus ini seperti Kamboja.

Dalam pelatihan untuk negara Kamboja ini, TNI Indonesia memutuskan untuk mengutus unit elit bernama Batalyon Para-Komando 911.Tentara elit tersebut diketahui sebagai salah satu yang paling gahar di Kamboja. Dan semenjak sering dilatih oleh Kopassus skill mereka naik dengan pesat.

3. Timor Leste Juga Pernah Meminta Dilatih Indonesia

Negara Timor Leste juga dikabarkan pernah meminta untuk dilatih TNI Indonesia sejak tahun 2012 lalu . Wakil Panglima militer Timor Leste, Filomeno Da Paixa De Jesus meminta tentara Indonesia untuk bisa melatih tentara-tentaranya. Namun dari pihak TNI sendiri berusaha untuk melakukan bisnis menguntungkan , mereka menyarankan Timor Leste untuk sekalian membeli atribut militer dari Indonesia mulai dari senjata buatan Pindad sampai seragam militer dari Sritex.

4. Brunai Juga Pernah Dilatih Oleh Kopassus

Brunei juga dikabarkan telah tertarik untuk merekrut pasukan elit Indonesia sebagai pelatih mereka. Bahkan keahlian menembak yang dimiliki TNI Indonesia ini membuat Brunei berniatmenyewa Kopassus untuk melatih grup tembak mereka yang akan tampil dalam sebuah ajang.

5. Myanmar Pun Kesengsem Dengan TNI

Negara Myanmar juga meminta agar militer mereka dilatih oleh Kopassus dari Indonesia. Hal ini diungkapkan dalam ajang Asean Armies Rifle Meet (AARM) di tahun 2014 lalu, dimana TNI bisa mencatatkan rekor kemenangan yangÂ  dengan mmemboyong 29 dari 45 medali emas . Sejak itu , TNI juga kebanjiran tawaran melatih di negara-negara tetangga.

Catat ! Panglima TNI : Saya Melihat dengan Jelas, yang Membuat Rusuh Bukan Pendemo.

4 November 2016 kemarin terjadi demo besar-besaran, demo yang menyuguhkan ketertiban ini belum pernah ada sebelumnya. Dimalam malam demo akan bubar terjadi hal yang disayangkan, terjadi sedikit kericuhan karena ulah provokator.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, menegaskan, kericuhan dalam unjuk rasa 4 November 2016 kemarin bukan dilakukan para pendemo. Pelakunya adalah orang-orang di luar barisan pengunjuk rasa yang memang sengaja ingin membuat suasana kacau.

“Demonya benar-benar tertib. Pada saat ada polisi yang tertusuk, langsung mundur dan diselamatkan pakai ambulans. Aparat tidak bereaksi,” ujarnya dalam acara Indonesia Lawyers Club di TVOne, Selasa, 8 November 2016.

Menurutnya, sehari sebelum unjuk rasa digelar, ia bersama Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian mengumpulkan semua komandan. Dalam kesempata itu Gatot menyampaikan akan ada upaya-upaya untuk membuat petugas marah. Bakal ada provokasi untuk memancing kemarahan aparat.

“Saya katakan, jangan bereaksi saat dipancing seperti itu. Itu ada skenarionya, dan ternyata terbukti. Saya melihat dengan jelas, yang melakukan itu (kericuhan) bukan pendemo,” tandasnya.

Malah, sambungnya, saat provokasi mulai memanas, aparat diperintah untuk mundur. Lalu para pemimpin demo membuat batas, menahan arus provokasi. “Ada yang melempar petasan. Polisi langsung membuat jarak agar petasan itu tidak sampai,” ujarnya. [cakrawalamedia]